Anggota DPRD Kasman : Pertanyakan rasa Kemanusiaan PT KAI Dan PTBA

Anggota DPRD Kasman : Pertanyakan rasa Kemanusiaan PT KAI Dan PTBA

Muara Enim, inilahmuaraenim. co.id-Kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi di Kelurahan Pasar I di perlintasan kereta api yang tanpa palang seperti pada Kamis (25/02/21) yang terjadi 2 kali dalam sehari yang mengakibatkan korban jiwa dan kerugian material tersebut menuai banyak kecaman dari berbagai pihak dikarena perlintasan tersebut tidak memiliki palang pintu pengaman atau penutup jika kereta api sedang melintas.
Anggota DPRD Kab. Muara Enim Kasman, S.Sos Ketika Meninjau lokasi kegiatan Kebersihan Di RT 04 RW 03 Di Perlintasan Kereta Api Tak Berpalang Pintu
Hal tersebut membuat anggota
DPRD Kabupaten Muara Enim Kasman yang merupakan Ketua Komisi 3 meradang, ditemui saat meninjau kegiatan kebersihan warga RT 04 RW 03 Kelurahan pasar I di sepanjang Rel Kereta Api tempat terjadinya kecelakaan, menurutnya ia sudah sering menghimbau dan memberikan teguran kepada pihak PT KAI dan PTBA terkait perlintasan kereta api yang tidak berpalang.
“Saya katakan bahwa PT Kereta Api Indonesia (KAI)  dan PTBA tak memiliki rasa berprikemanusiaan kemana empati mereka selaku pemilik dan pengguna rel kereta yang tidak memikirkan keselamatan nyawa manusia,”ujarnya.
“Dalam waktu dekat ini kami akan memanggil kedua pihak tersebut selaku pemilik dan pengguna angkutan kereta api guna membahas permasalah yang timbul akibat perlintasan kereta api yang tidak memiliki palang pintu, yang sering mengakibatkan lakalantas yang memakan korban jiwa” tegasnya.
“PT KAI kami nilai sudah melanggar Peraturan Pemerintah No 72 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta pasal 110 ayat 4 dan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan tahun 2018 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Lalu Lintas di Ruas Jalan pada Lokasi Potensi Kecelakaan di Perlintasan Sebidang dengan Kereta Api,” katanya
“Pemerintah Kabupaten Muara Enim sendiri telah memberikan bantuan guna mengatasi permasalahan tersebut berupa memperbantukan petugas dinas Perhubungan untuk menjaga perlintasan yang tak berpalang yang biaya honorarium ditanggung oleh Pemkab. Muara Enim, namun semua itu belum cukup, terbukti karena masih terjadi tabrakan kereta api dengan kendaraan masyarakat karena dibeberapa titik perlintasan tidak sediakan berpalang pintu, seperti di depan makam pahlawan Muara Enim, disamping SMA Negeri 1 dan di dekat Masjid Al Amin yang sering terjadi kecelakaan, lanjutnya
“Semua permasalahan itu akan selesai bila  ada campur tangan PT KAI dan PTBA, tambah Kasman lagi.
Warga RT 04 RW 03 Saat Melaksanakan Kebersihan Tebas Bayang dan Meratakan Perlintasan Rel Kereta Api yang bergelombang Dengan Material Seadanya.
Ketua RT 04 RW 03 Mulyadi menambahkan bahwa kegiatan kebersihan ini memang merupakan agenda rutin dalam setiap bulan yang lakukan setiap sabtu minggu akhir.
“Biasanya kami melakukan kegiatan bersih bersih lingkungan seperti saluran air dan membersihkan lingkungan sekitar wilayah RT 04 , namun kita percepat dikarena kita merasa prihatin atas kejadian Lakalantas di Rel kereta api kemarin yang wilayahnya termasuk dalam lingkungan RT 04, jelas Mulyadi
“Kami selaku warga prihatin  dan berharap kepada PT KAI dan PTBA dapat memberikan solusi terbaik untuk mengatasi permasalah ini, harapnya.

Sementara itu pihak PTBA ketika dikonfirmasi belum memberikan jawaban begitu juga pihak PT KAI menurut SK Sudarto ditemui mengatakan bahwa izin palang pintu menunggu izin Menteri Perhububungan dan terkait lakalantas ia mengatakan menyerahkan urusannya ke Kantor Pusat di Bandung.(Ccn).

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *